World’s Most Valuable Banking Brands

Quoted from: http://www.knowledgebusiness.com

Brand Finance has released its annual ranking of brand power in the banking sector which reveals significant brand valuation changes caused by the global economic recession. The world’s ten most valuable banking brands are (in US billions of dollars):

1. HSBC (28.47)
2. Bank of America (26.04)
3. Santander (25.57)
4. Wells Fargo (21.90)
5. Citi (14.36)
6. BNP Paribas (14.00)
7. Goldman Sachs (13.88)
8. Chase (13.40)
9. Bradesco (13.29)
10. Barclays (13.13)

Each brand has been accorded a brand rating: a benchmarking study of the strength, risk and future potential of a brand relative to its competitor set as well as a brand value: a summary measure of the financial strength of the brand.

In comparison with the 2009 survey, the most significant changes in the top positions of this new ranking concern the entry of the Barclays, Goldman Sachs and Bradesco brands – representing, for the first time, the presence of a Latin American bank in the list of the world’s ten largest – as well as the exit of American Express, ICBC and China Construction Bank, which fell, respectively, to the 11th, 12th and 13th positions.

According to the study, the market value of the 500 financial institutions surveyed reached US$ 6 trillion in 2010 – representing growth of 62% over the previous year; and their combined brand value rose by 49%, having totaled US$ 716 billion. On average, 12% of these banks’ market value is ascribed to their brands.

The survey shows that banking brands from the United States and Europe were the most affected by the global economic crisis, and therefore their presence among the world’s 500 most valuable brands has decreased. In the annual survey, there are 85 United States-based and 22 British brands, as against 95 and 24 in 2009, respectively. However, taking Europe as a whole into consideration, the number increased from 170 to 197 banking brands.

Banks in France, Spain and Switzerland have not been seriously affected by the economic crisis; however, banks in Brazil, China, India and Russia need to repair the damage to their brands.

While Bank of America remains top in the United States, HSBC retains its position as the most valuable banking brand in the world for the third year in a row, increasing in brand value by US $3.1 billion (12%).

Related Links
BrandFinance(r) Banking 500 [Date added : 15/02/2010 9:07:49 AM]

Leave a Comment

Filed under KnowledgeBusiness.com, Marketing and Branding

Likuiditas Banjir, Bunga Overnight di PUAB Rontok

Kamis, 25 Juni 2009 | 09:21

JAKARTA. Likuiditas yang berlimpah merontokkan bunga pinjaman semalam alias overnight di Pasar Uang Antar Bank (PUAB). Mengutip data Pusat Informasi Pasar Uang (PIPU), bunga overnight pada penutupan transaksi Selasa (24/6) sebesar 6,78%.

Ini merupakan rekor bunga overnight terendah sepanjang tahun ini. Sebagai perbandingan, bunga overnight di akhir 2008 sebesar 9,43%. Jika diukur selama bulan Juni saja, maka bunga overnight sudah turun sebanyak 0,58%. Bunga overnight per 1 Juni kemarin besarnya 7,36%.
Kepala Divisi Treasury

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Interbank Money Market, Kontan

Semester II, Penyaluran Kredit Perbankan Makin Deras

Kamis, 25 Juni 2009 | 09:28

JAKARTA. Bankir optimistis penyaluran kredit di semester kedua bakal semakin deras. Kesimpulan ini terlihat dari Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sudah diserahkan ke Bank Indonesia (BI). Sejumlah bank menaikkan target penyaluran kredit mereka tahun ini.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Dadad menduga, para bankir berani menaikkan target pertumbuhan kredit karena penyaluran kredit di awal semester kedua cukup deras. “Nilai kredit baru sepanjang dua minggu ini mencapai Rp 7 triliun,” ujar Mulia-man, Selasa (24/6).

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah juga mencatat angka penyaluran kredit yang tinggi di bulan Juni. “Nilai per minggu mencapai Rp 3 triliun,” ujarnya.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kontan, Macroeconomics

Kucuran Kredit Perbankan Mampet

Jumat, 19 Juni 2009 | 09:40

JAKARTA. Penyaluran kredit pada triwulan pertama 2009 lalu stagnan. Karenanya bank harus kerja ekstra keras agar bisa mencapai target pertumbuhan kredit yang tertuang dalam rencana bisnis mereka, yakni rata-rata 15%.

Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan, dalam perhitungan BI, jika industri perbankan ingin mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 15% sepanjang 2009, maka, “Mulai saat ini bankir harus mengucurkan kredit rata-rata sebesar Rp 7 triliun per minggu atau minimal Rp 28 triliun per bulan,” kata Halim Kamis (18/6).

Angka ini memang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan rata-rata pengucuran kredit sepanjang 2008. Tahun lalu rata-rata perbankan kita mengucurkan kredit Rp 15 triliun perbulan.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kontan, Lending Rate

BI Konsisten Turunkan Bunga

Kamis, 18 Juni 2009 | 08:44

JAKARTA. Bank Indonesia konsisten menurunkan suku bunga. Ini terlihat dalam lelang Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dalam dua pekan terakhir. Rata-rata bunga SBI dalam lelang terus di bawah bunga acuan BI Rate yang kini sebesar 7%.

Misalnya dalam lelang Rabu (17/6), bunga SBI jangka waktu sebulan hanya 6,98%. Dalam lelang yang digelar pekan sebelumnya, bunga SBI sebulan hanya 6,96%.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under BI Rate, Kontan

Bank Berlomba Turunkan Bunga Kredit

Kamis, 18 Juni 2009 | 06:20

JAKARTA. Setelah Pemerintah berkali-kali meminta dan bank sentral berkali-kali pula memangkas suku bunga acuan BI Rate, akhirnya bank-bank mau juga menurunkan bunga kreditnya.

Setelah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT BNI Tbk memangkas bunga kreditnya awal Juni lalu, kini giliran PT Bank Mandiri Tbk. Terhitung sejak 15 Juni lalu, Mandiri menurunkan bunga kreditnya sebesar 0,5%. “Penurunan ini berlaku untuk kredit baru dan kredit lama,” kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo.

Agus menambahkan, sejak awal tahun Mandiri sudah tiga kali menurunkan bunga kredit. Kini suku bunga kredit mereka tinggal 11%-15%.

Sebelumnya, BNI telah lebih dulu memotong bunga kreditnya hingga 0,75% menjadi 10%-14%. Sedangkan BRI memangkas bunga kreditnya sebesar 1% menjadi 13%-14%.

Bank pelat merah lainnya, yaitu PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga berencana akan menurunkan bunga kreditnya. “Kurang lebih turun 0,5%,” ujar Direktur Utama BTN Iqbal Latanro. Cuma, nasabah kredit BTN harus bersabar. Soalnya, bank yang banyak menyalurkan kredit kepemilikan rumah (KPR) ini baru akan menurunkan bunganya pada awal Juli nanti.

Bank swasta juga tidak mau kalah. PT Bank OCBC NISP Tbk misalnya, pada 22 Juni nanti akan menurunkan bunga kreditnya sebesar 0,5%. Direktur Utama OCBC NISP Parwati Surdjaudaja bilang, saat ini rata-rata bunga kredit NISP sebesar 12%-12,5%.

PT Bank UOB Buana justru sudah memangkas bunga kreditnya 1% sejak sepekan lalu. “Sekarang besaran suku bunga kredit sekitar 12%-14,5%,” ujar Direktur Bisnis UOB Buana Safrullah Hadi Saleh.

PT Bank Mega Tbk juga berencana menggunting bunga kreditnya sebesar 1%. “Kemungkinan Juli sudah turun,” ujar Direktur Ritel dan konsumer bank Mega Kostaman Thayib. Saat ini bunga kredit Bank Mega sekitar 13%-14%.

Semua bankir bilang, penurunan bunga kredit berlaku baik untuk kredit baru maupun kredit lama. Cuma, tentu harus menyesuaikan dengan kesepakatan yang dibikin antara bank dan nasabah. Kalau saat ini masih berlaku ketentuan fixed rate dalam perjanjian kredit, “Maka penyesuaian baru bisa dilakukan sesuai perjanjian,” kata Safrullah.

Dyah Megasari, Dessy Rosalina KONTAN

Leave a Comment

Filed under BI Rate, Kontan, Lending Rate, Loan

Dana Simpanan di ANZ Panin Bank Meningkat Pesat

Kamis, 18 Juni 2009 | 09:15

JAKARTA. Dana simpanan PT ANZ Panin Bank, yang berasal dari nasabah ritel tumbuh pesat. Sepanjang Oktober 2008 hingga Mei 2009, bank ini berhasil menambah dana nasabah ritel hingga Rp 6,55 triliun.

Direktur Retail Banking ANZ Panin Bank Anthony Soewandy mengatakan, dengan penambahan itu, kini simpanan nasabah ritel telah mencapai Rp 7 triliun. Karenanya, Anthony pun optimis bisa mencapai target penambahan dana simpanan hingga tutup sebesar Rp 10 triliun buku tahun ini.

Sekedar informasi, tak seperti bank lainnya, tahun buku ANZ Panin Bank diawali pada bulan Oktober dan berakhir di bulan September.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kontan, Tabungan

April, Nilai Transaksi PUAB Mulai Menurun

Kamis, 18 Juni 2009 | 09:35

JAKARTA. Rupanya, likuiditas perbankan sudah mulai longgar sejak memasuki kuartal kedua lalu. Ini terlihat dari nilai transaksi di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) yang per April 2009 mulai menyusut dari bulan-bulan sebelumnya.

Data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) menunjukkan, nilai transaksi PUAB yang sejak awal tahun terus naik, mulai turun pada April 2009. Pada bulan pertama kuartal kedua itu, nilai transaksi PUAB hanya Rp 223,04 triliun. Ini lebih rendah Rp 13,87 triliun dibanding transaksi Maret yang sebesar Rp 236,91 triliun.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Interbank Money Market, Kontan

Efisiensi Meningkat, Perbankan Sumringah

Rabu, 17 Juni 2009 | 08:39

Jakarta. Perbankan tambah senang. Di tengah krisis ekonomi global yang membuat banyak bank di luar negeri kolaps, bank-bank di Indonesia tetap berhasil mencetak laba, bahkan kini tingkat efisiensinya juga meningkat.

Hal ini tercermin dari data Bank Indonesia (BI). Per April 2009 kemarin, rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) perbankan terus susut. Jika pada Januari 2009, seluruh penghasilan bank tersedot habis untuk biaya operasional atau BOPO mencapai 101%, maka pada April 2009 rasio BOPO turun menjadi 89,16%.

Bank pelat merah mencetak penurunan BOPO paling tinggi. BOPO bank BUMN yang Januari masih 121,14% turun menjadi 96,26% pada April lalu. Tapi bank asing masih paling efisien dengan BOPO 79,64% pada April. Adapun BOPO di bank campuran turun dari 94,04% pada Januari menjadi 82,68 pada April.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under BOPO, Kontan

NPL Kredit Konsumsi Melonjak Lagi

Selasa, 16 Juni 2009 | 09:38

JAKARTA. Penyusutan nilai kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) industri perbankan tak berlangsung lama. NPL kredit konsumsi, termasuk kredit kepemilikan rumah (KPR), kembali mengalami lonjakan.
Data Statistik Perbankan Bank Indonesia (BI) menunjukan bahwa NPL sektor ini kembali melonjak. Februari lalu NPL kredit konsumsi Rp 6,623 triliun, Maret menyusut kecil menjadi Rp 6,586 triliun, namun per April kredit konsumsi bermasalah naik 4,9% menjadi Rp 6.909 triliun.

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kontan, Mortgage, NPL