JAKARTA. Penyaluran kredit pada triwulan pertama 2009 lalu stagnan. Karenanya bank harus kerja ekstra keras agar bisa mencapai target pertumbuhan kredit yang tertuang dalam rencana bisnis mereka, yakni rata-rata 15%.
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah mengatakan, dalam perhitungan BI, jika industri perbankan ingin mencapai target pertumbuhan kredit sebesar 15% sepanjang 2009, maka, “Mulai saat ini bankir harus mengucurkan kredit rata-rata sebesar Rp 7 triliun per minggu atau minimal Rp 28 triliun per bulan,” kata Halim Kamis (18/6).
Angka ini memang jauh lebih berat jika dibandingkan dengan rata-rata pengucuran kredit sepanjang 2008. Tahun lalu rata-rata perbankan kita mengucurkan kredit Rp 15 triliun perbulan.
Yang membuat pengucuran kredit lebih berat lantaran pada triwulan pertama 2009 pengucuran kredit perbankan stagnan alias hampir tidak ada pertumbuhan. Jika melihat outstanding kredit dari Desember ke April 2009 justru turun hingga Rp 10,05 triliun.
Tetapi Halim percaya dan optimistis bankir dapat mencapai target tersebut. Pasalnya, dalam bulan Juni 2009 ini, perbankan sudah mengucurkan kredit sekitar Rp 3 triliun – Rp 4 triliun. Artinya, pertumbuhan kredit sudah tidak stagnan lagi.
Perkiraan BI, ke depannya penyaluran kredit bisa lebih besar lagi. Apalagi setelah proses Pemilihan Umum (Pemilu) selesai dan berakhir dengan damai. Maklum saja sebagian besar pengusaha sektor riil saat ini masih menunggu arah kebijakan dari pemerintahan hasil pemilu.
Bankir juga demikian. Mereka lebih nyaman menyalurkan kredit setelah pemilu aman dan mengetahui arah kebijakan pemeritah baru.
Arthur Gideon KONTAN