Kamis, 25 Juni 2009 | 09:28
JAKARTA. Bankir optimistis penyaluran kredit di semester kedua bakal semakin deras. Kesimpulan ini terlihat dari Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sudah diserahkan ke Bank Indonesia (BI). Sejumlah bank menaikkan target penyaluran kredit mereka tahun ini.
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman D. Dadad menduga, para bankir berani menaikkan target pertumbuhan kredit karena penyaluran kredit di awal semester kedua cukup deras. “Nilai kredit baru sepanjang dua minggu ini mencapai Rp 7 triliun,” ujar Mulia-man, Selasa (24/6).
Direktur Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah juga mencatat angka penyaluran kredit yang tinggi di bulan Juni. “Nilai per minggu mencapai Rp 3 triliun,” ujarnya.
Kendati penyaluran kredit baru semakin besar di awal Juni, namun ada juga bank yang bersikap konservatif. Mereka tidak mengutak-atik target penyaluran kredit dalam RBB. Sebab, mereka memperkirakan penyaluran kredit di semester kedua tidak signifikan.
Salah satu bank yang tidak mengubah target penyaluran kredit adalah Bank Mandiri. Bank yang memiliki aset terbesar di negeri ini, tetap menargetkan pertumbuhan nilai kredit di akhir 2009 sebesar 15%-18% dibandingkan dengan akhir 2008. Chief Financial Officer Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri mengatakan, Bank Mandiri belum melihat kebutuhan mengubah target pertumbuhan kredit.
Pahala mengakui, jika melihat realisasi penyaluran kredit di triwulan I 2009, memang ada peningkatan. Di akhir 2008, nilai penyaluran kredit Mandiri Rp 158 triliun. Sedangkan pada akhir Maret 2009, nilainya naik menjadi Rp 160 triliun.
Tetapi jika mengingat mereka harus menyalurkan kredit kurang lebih Rp 24 triliun hingga akhir tahun nanti untuk mencapai target penyaluran kredit 15%, realisasi pada triwulan pertama tersebut terbilang kecil. “Makanya kami tidak mengubah target,” katanya.
Ada juga bank yang merevisi target kredit menjadi lebih kecil. “Kebanyakan bank kelas menengah. Tetapi jumlahnya tidak banyak,” ujar Muliaman.
Arthur Gideon